Akhirnya saya menyelesaikan versi lengkapnya :)

hasil gabungan dari postingan :

Download PDF: “IPTABLES_Agung Nursilo” :)

ALHAMDULILLAH…

  • Share/Bookmark

Setelah belajar teori dan implementasi… yuk kita tarik kesimpulan… :)

Sistem Firewall menggunakan IPTables yang saya lakukan pada sistem Operasi Ubuntu Linux ini sangat lah baik kinerjanya, dengan tugas pokok sebagai filter pakek data ynag masuk, IPTables mempunyai keunggulan tersendiri, yaitu :

  1. Implementasinya yang murah karena telah terdapat pada Linux UBUNTU 9.10.
  2. Connection Tracking Capability yaitu kemampuan unutk inspeksi paket serta bekerja dengan icmp dan udp sebagaimana koneksi TCP.
  3. Menyederhanakan perilaku paket-paket dalam melakukan negosiasi built in chain (input,output, dan forward).
  4. Rate-Limited connection dan logging capability. Kita dapat membatasi usaha-usaha koneksi sebagai tindakan preventif serangan Syn flooding denial of services(DOS).
  5. Kemampuan untuk memfilter flag-flag dan opsi tcp dan alamat MAC.

Masih banyak aplikasi selain IPTables yang fungsinya untuk memfilter paket yang masuk dalam komputer kita, anda bisa mencoba UVW atau FIRESTARTER yang terdapat juga pada sistem operasi UBUNTU. Masing-masing aplikasi mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga anda nantinya dapat menentukan aplikasi firewall apa yang cocok dengan anda. Terima kasih, Selamat mencoba.

hari ini begitu aja dulu.. besok saya upload file dokumen lengkapnya… Thanks.

Your email:

 


  • Share/Bookmark

Setelah mencoba memblok kaskus.us via IPTables, maka kita ingin mencoba blok Facebook lewat IP Adressnya menggunakan IPTables. Monggo di sambut .. :)


BLOK Facebook di alamat IP : 69.63.180.15, 69.63.181.11, 69.63.189.11

#iptables -A INPUT -s 69.63.181.11 -j DROP
#iptables -A INPUT -s 69.63.189.11 -j DROP
#iptables -A INPUT -s 69.63.180.15 -j DROP

Dengan menge-ping facebook.com , maka paket yang seharusnya saling transfer, tidak melakukan transfer paket ke facebook.com

Unblock Facebook.com, dengan  menghapus rule yang ada diatas , maka dapat mengakses Facebook.com kembali.

#iptables -D INPUT [baris yang mau dihapus]

Menggunakan IPTables dalam memfilter web sangat mudah.. :)

  • Share/Bookmark

Dari artikel sebelumnya kita sudah belajar teori dan sedikit mencoba sintak-sintak dari teori IPTables, Nah yuk kita Praktek beneran…

Pada praktek yang saya lakukan, IPTables memang di gunakan untuk memfilter situs yang kita inginkan, pada praktek kali ini saya akan mencoba menampilkan percobaan yang telah saya lakukan yang salah satunya adalah mematikan akses/blok sehingga jika kita mencoba mengakses suatu situs maka kita tidak mendapatkan hak akses. Dalam ha ini saya mencoba memblokir situs kaskus.us. Mari kita coba….

Memblokir akses traffic dari situs “kaskus.us”

Dengan menggunakan syntax :

# iptables –A –m string –algo kmp –string kaskus –j REJECT

Masukan string “kaskus” pada traffic akan memblokir semua keyword tersebut, sehingga pada saat kita mencoba ping situs kaskus.us, data tidak dapat terkirim dan tidak saling menerima, terbukti bahwa situs kaskus.us,kaskus.com,kaskus.co.id telah diblokir.

Membuka kembali akses traffic situs “kaskus.us” yang baru saja diblokir

Untuk kegiatan ini, saya mencoba untuk membuka akses dari situs yang sudah saya blok menggunakan IPTables,

Dengan menggunakan syntax

# iptables –D INPUT 2

Berarti kita menghapus rule pada urutan 2 yang berisi rule pemblokiran situs kaskus, sehingga saat kita hapus rule tersebut maka situs kaskus sudah dapat diakses kembali, hal ini terbukti pada saat kita ping situs kaskus, maka terjadi pengiriman dan penerimaan data.


Alhamdulillah…. Sesuatu yang kita pelajari pasti berguna… :)

Artikel selanjutnya adalah Kesimpulan :)

  • Share/Bookmark

Pada bagian cara kerja ini saya akan membagi 2 tahap, yaitu langkah-langkah instalasi dan selanjutnya langkah-langkah implementasi IPtables.

INSTALASI

Langkah awal yang dilakukan untuk menginstal aplikasi firewall ini (IPTables) untuk pengguna Sistem operasi Ubuntu, maka kita cukup mengistal paket iptable yang bernama “iptables”, kita akan memerlukan kernel versi 2.4.x atau diatasnya. Distribusi Linux belakangan ini sudah menggunakan kernel 2.4.x (bahkan 2.8.x) sudah mendukung paket filter untuk firewall. Maka dari itu kita tidak perlu repot melakukan kompilasi kernel agar IPTables bekerja dengan baik di komputer linux .

Kernel itu sendiri terdiri dari dua macam, modularized kernel dan monolithic kernel. Saat linux pertama kali diinstal, model kernel yang dimilikinya adalah modularized, jadi kita bisa mengelurakan modu-modul yang kita butuhkan tanpa harus melakukan kompilasi kernel.Bila kita tetap ingin melakukan kompilasi kernel untuk mengoptimasi server linux kita maka IPTABLES membutuhkan beberapa opsi dalam kernel yang harus dipilih dan ini dapat anda dapatkan di buku tutorial IPtabales dan internet karena pada jurnal ini tidak saya lampirkan.

Pada Ubuntu 9.10 Iptables dapat di instal melalui terminal dengan cara mengetik :

# sudo apt-gets install iptables

Setelah paket iptables pada ubuntu telah terinstal, maka Iptables sudah dapat sigunakan untuk menfilter konten yang diinginkan

IMPLEMENTASI

Secara umum syntax iptables dapat ditulis dengan format :

#  Iptables –option [Chain][Rule] -j [Target]

Berikut beberapa tahap-tahap implementasi Iptables pada sistem operasi Ubuntu 9.10 yang telah saya pergunakan.

§ # iptables –L

Menampilkan  daftar aturan “rules” yang sudah ada pada iptables. Hasil dari sintak ini adalah menampilkan semua rule dan statusnya, sehingga kita bisa tahu rule apa saja yang sudah dimasukkan pada iptables

 
§ # sudo iptables -A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT

Mengijinkaan sesi sambungan yang terbentuk untuk menerima traffic.

§ # sudo iptables -A INPUT -p tcp --dport ssh -j ACCEPT

Mengijinkan traffic masuk ke default port SSH

§ # sudo iptables -A INPUT -p tcp --dport 22 -j ACCEPT

Mengijinkan semua traffic telnet untuk masuk

§ # sudo iptables -A INPUT -p tcp --dport 80 -j ACCEPT

Mengijinkan semua traffic http untuk masuk

§ sudo iptables -A INPUT -j DROP

Memblok semua trafik yang masuk

Jika syntax ini dimasukkan sebagai rule maka semua alamat web tidak dapat anda akses/ di-blok

§ sudo iptables -I INPUT 1 -i lo -j ACCEPT

Mengganti atau  menyelipkan perintah


Pada rule ini, kita dapat mengedit rule serta dapat menyelipkan rule pada posisi urutan yang kita inginkan.


untuk Artikel berikutnya kita mencoba memblokir suatu situs web… SERU neehh,….

  • Share/Bookmark

IPTables Syntax [4]

22 May 2010 In: Internet, Jaringan, Kriptografi, Linux, Security

Pada artikel ke-4 ini saya akan mencoba mentransfer ilmu yang sudah saya baca tentang syntax yang terdapat pada IPTables.

Pada Iptables kita memerlukan pengetahuan untuk mengetahui syntax yang dipergunakan pada saat menjalankan perintah menggunkana Iptables. Ada beberapa jenis syntax pada Iptables yang akan saya jelaskan dibawah ini.

1. Table

IPTables memiliki 3 buah tabel, yaitu NAT, MANGLE dan FILTER. Fungsi dari masing-masing tabel tersebut sebagai berikut :

  1. NAT : Secara umum digunakan untuk melakukan Network Address Translation. NAT adalah penggantian field alamat asal atau alamat tujuan dari sebuah paket.
  2. MANGLE : Digunakan untuk melakukan penghalusan (mangle) paket, seperti TTL, TOS dan MARK.
  3. FILTER : Secara umum, inilah pemfilteran paket yang sesungguhnya.. Di sini bisa dintukan apakah paket akan di-DROP, LOG, ACCEPT atau REJECT

2. Command

Command pada baris perintah IPTables akan memberitahu apa yang harus dilakukan terhadap lanjutan sintaks perintah. Umumnya dilakukan penambahan atau penghapusan sesuatu dari tabel atau yang lain.

3. Option

Option digunakan dikombinasikan dengan command tertentu yang akan menghasilkan suatu variasi perintah.

4. Generic Matches

Generic Matches artinya pendefinisian kriteria yang berlaku secara umum. Dengan kata lain, sintaks generic matches akan sama untuk semua protokol. Setelah protokol didefinisikan, maka baru didefinisikan aturan yang lebih spesifik yang dimiliki oleh protokol tersebut. Hal ini dilakukan karena tiap-tiap protokol memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan perlakuan khusus.

5. Implicit Matches

Implicit Matches adalah match yang spesifik untuk tipe protokol tertentu. Implicit Match merupakan sekumpulan rule yang akan diload setelah tipe protokol disebutkan. Ada 3 Implicit Match berlaku untuk tiga jenis protokol, yaitu TCP matches, UDP matches dan ICMP matches.

Karena bahwa protokol UDP bersifat connectionless, maka tidak ada flags yang mendeskripsikan status paket untuk untuk membuka atau menutup koneksi. Paket UDP juga tidak memerlukan acknowledgement. Sehingga Implicit Match untuk protokol UDP lebih sedikit daripada TCP
Ada dua macam match untuk UDP:

  1. sport atau source-port
  2. dport atau destination-port

Paket ICMP digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi-kondisi jaringan yang lain. Hanya ada satu implicit match untuk tipe protokol ICMP, yaitu : –icmp-type

6. Explicit Matches

a. MAC Address

Match jenis ini berguna untuk melakukan pencocokan paket berdasarkan MAC source address. Perlu diingat bahwa MAC hanya berfungsi untuk jaringan yang menggunakan teknologi ethernet.

iptables –A INPUT –m mac –mac-source 00:00:00:00:00:01

b. Multiport Matches

Ekstensi Multiport Matches digunakan untuk mendefinisikan port atau port range lebih dari satu, yang berfungsi jika ingin didefinisikan aturan yang sama untuk beberapa port. Tapi hal yang perlu diingat bahwa kita tidak bisa menggunakan port matching standard dan multiport matching dalam waktu yang bersamaan.

iptables –A INPUT –p tcp –m multiport –source-port 22,53,80,110

c. Owner Matches

Penggunaan match ini untuk mencocokkan paket berdasarkan pembuat atau pemilik/owner paket tersebut. Match ini bekerja dalam chain OUTPUT, akan tetapi penggunaan match ini tidak terlalu luas, sebab ada beberapa proses tidak memiliki owner (??).

iptables –A OUTPUT –m owner –uid-owner 500

Kita juga bisa memfilter berdasarkan group ID dengan sintaks –gid-owner. Salah satu penggunannya adalah bisa mencegah user selain yang dikehendaki untuk mengakses internet misalnya.

d. State Matches

Match ini mendefinisikan state apa saja yang cocok. Ada 4 state yang berlaku, yaitu NEW, ESTABLISHED, RELATED dan INVALID. NEW digunakan untuk paket yang akan memulai koneksi baru. ESTABLISHED digunakan jika koneksi telah tersambung dan paket-paketnya merupakan bagian dari koneki tersebut. RELATED digunakan untuk paket-paket yang bukan bagian dari koneksi tetapi masih berhubungan dengan koneksi tersebut, contohnya adalah FTP data transfer yang menyertai sebuah koneksi TCP atau UDP. INVALID adalah paket yang tidak bisa diidentifikasi, bukan merupakan bagian dari koneksi yang ada.

iptables –A INPUT –m state –state RELATED,ESTABLISHED

7. Target/Jump

Target atau jump adalah perlakuan yang diberikan terhadap paket-paket yang memenuhi kriteria atau match. Jump memerlukan sebuah chain yang lain dalam tabel yang sama. Chain tersebut nantinya akan dimasuki oleh paket yang memenuhi kriteria. Analoginya ialah chain baru nanti berlaku sebagai prosedur/fungsi dari program utama. Sebagai contoh dibuat sebuah chain yang bernama tcp_packets. Setelah ditambahkan aturan-aturan ke dalam chain tersebut, kemudian chain tersebut akan direferensi dari chain input.

iptables –A INPUT –p tcp –j tcp_packets

Beberapa target yang lain biasanya memerlukan parameter tambahan:

a. LOG Target

Ada beberapa option yang bisa digunakan bersamaan dengan target ini. Yang pertama adalah yang digunakan untuk menentukan tingkat log. Tingkatan log yang bisa digunakan adalah debug, info, notice, warning, err, crit, alert dan emerg.Yang kedua adalah -j LOG –log-prefix yang digunakan untuk memberikan string yang tertulis pada awalan log, sehingga memudahkan pembacaan log tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –j LOG –log-level debug
iptables –A INPUT –p tcp –j LOG –log-prefix “INPUT Packets”

b. REJECT Target

Secara umum, REJECT bekerja seperti DROP, yaitu memblok paket dan menolak untuk memproses lebih lanjut paket tersebut. Tetapi, REJECT akan mengirimkan error message ke host pengirim paket tersebut. REJECT bekerja pada chain INPUT, OUTPUT dan FORWARD atau pada chain tambahan yang dipanggil dari ketiga chain tersebut.

iptables –A FORWARD –p tcp –dport 22 –j REJECT –reject-with icmp-host-unreachable

Ada beberapa tipe pesan yang bisa dikirimkan yaitu icmp-net-unreachable, icmp-host-unreachable, icmp-port-unreachable, icmp-proto-unrachable, icmp-net-prohibited dan icmp-host-prohibited.

c. SNAT Target

Target ini berguna untuk melakukan perubahan alamat asal dari paket (Source Network Address Translation). Target ini berlaku untuk tabel nat pada chain POSTROUTING, dan hanya di sinilah SNAT bisa dilakukan. Jika paket pertama dari sebuah koneksi mengalami SNAT, maka paket-paket berikutnya dalam koneksi tersebut juga akan mengalami hal yang sama.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j SNAT –to-source 194.236.50.155-194.236.50.160:1024-32000

d. DNAT Target

Berkebalikan dengan SNAT, DNAT digunakan untuk melakukan translasi field alamat tujuan (Destination Network Address Translation) pada header dari paket-paket yang memenuhi kriteria match. DNAT hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau chain buatan yang dipanggil oleh kedua chain tersebut.

iptables –t nat –A PREROUTING –p tcp –d 15.45.23.67 –dport 80 –j DNAT –to-destination 192.168.0.2

e. MASQUERADE Target

Secara umum, target MASQUERADE bekerja dengan cara yang hampir sama seperti target SNAT, tetapi target ini tidak memerlukan option –to-source. MASQUERADE memang didesain untuk bekerja pada komputer dengan koneksi yang tidak tetap seperti dial-up atau DHCP yang akan memberi pada kita nomor IP yang berubah-ubah.

Seperti halnya pada SNAT, target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain POSTROUTING.

iptables –t nat –A POSTROUTING –o ppp0 –j MASQUERADE

f. REDIRECT Target

Target REDIRECT digunakan untuk mengalihkan jurusan (redirect) paket ke mesin itu sendiri. Target ini umumnya digunakan untuk mengarahkan paket yang menuju suatu port tertentu untuk memasuki suatu aplikasi proxy, lebih jauh lagi hal ini sangat berguna untuk membangun sebuah sistem jaringan yang menggunakan transparent proxy. Contohnya kita ingin mengalihkan semua koneksi yang menuju port http untuk memasuki aplikasi http proxy misalnya squid. Target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau pada chain buatan yang dipanggil dari kedua chain tersebut.


Untuk artikel selanjutnya adalah implementasi aplikasi dari IPTables

  • Share/Bookmark

Pada kesempatan ini, setelah membahas sedikit tentang FIREWALL dan IPTABLES, saya akan membahas tentang tahapan jalannya paket-paket yang terdapat pada IPTBALES.

Sesuai dengan diagram ini, yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, maka dapat di lihat tahap jalannya paket-paket Iptables.

Jalannya sebuah paket melalui diagram tersebut bisa dicontohkan sebagai berikut:

Perjalanan paket yang diforward ke host yang lain

  1. Paket berada pada jaringan fisik.
  2. Paket masuk ke interface jaringan.
  3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada table Mangle. Chain ini berfungsi untuk me-    mangle (menghaluskan) paket, seperti merubah TOS, TTL dan lain-lain.
  4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel NAT. Chain ini fungsi utamanya untuk melakukan DNAT (Destination Network Address Translation).
  5. Paket mengalami keputusan routing, apakah akan diproses oleh host lokal atau diteruskan ke host lain.
  6. Paket masuk ke chain FORWARD pada tabel filter. Disinlah proses pemfilteran yang utama terjadi.
  7. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel NAT. Chain ini berfungsi utamanya untuk melakukan SNAT (Source Network Address Translation).
  8. Paket keluar menuju interface jaringan.
  9. Paket kembali berada pada jaringan fisik.

Perjalanan paket yang ditujukan bagi host lokal

  1. Paket berada dalam jaringan fisik.
  2. Paket masuk ke interface jaringan.
  3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel mangle.
  4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel NAT.
  5. Paket mengalami keputusan routing.
  6. Paket masuk ke chain INPUT pada tabel filter untuk mengalami proses penyaringan.
  7. Paket akan diterima oleh aplikasi lokal.

Perjalanan paket yang berasal dari host lokal

  1. Aplikasi lokal menghasilkan paket data yang akan dikirimkan melalui jaringan.
  2. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel mangle.
  3. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel NAT.
  4. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel filter.
  5. Paket mengalami keputusan routing, seperti ke mana paket harus pergi dan   melalui interface mana
  6. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel NAT.
  7. Paket masuk ke interface jaringan
  8. Paket berada pada jaringan fisik.

Untuk Pembahasan berikutnya adalah tentang manual Syntax pada IPTABLES

  • Share/Bookmark

IPTables Firewall [2]

17 May 2010 In: Internet, Jaringan, Kriptografi, Linux, Security

Diartikel sebelumnya saya sudah membahas sedikit tentang FIREWALL, dan pada kesmpatan yang bertahap ini saya akan membahas sedikit tentang IPTABLES itu sendiri.


Pada sistem operasi Linux dimana saya menggunakan Ubuntu 9.10, ada satu aplikasi firewall yang dapat digunakan, yaitu IPTables. IPTables merupakan sebuah fasilitas tambahan yang tersedia pada setiap perangkat komputer yang diinstali dengan sistem operasi Linux. IPTables merupakan fasilitas tambahan yang memiliki tugas untuk menjaga keamanan perangkat komputer anda dalam jaringan. Atau dengan kata lain, IPTables merupakan sebuah firewall atau program IP filter build-in yang disediakan oleh kernel Linux untuk tetap menjaga agar perangkat anda aman dalam berkomunikasi.

Fitur yang dimiliki IPTables:

  1. Connection Tracking Capability yaitu kemampuan untuk inspeksi paket serta bekerja dengan ICMP dan UDP sebagaimana koneksi TCP.
  2. Menyederhanakan proses paket-paket dalam melakukan negosiasi built in chain (input,output, dan forward).
  3. Rate-Limited connection dan logging capability. Kita dapat membatasi usaha-usaha koneksi sebagai tindakan preventif serangan Syn flooding denial of services(DOS).
  4. Kemampuan untuk memfilter flag-flag dan opsi tcp dan alamat-alamat MAC.

IPtables mengizinkan user untuk mengontrol sepenuhnya jaringan melalui paket IP dengan sistem LINUX yang diimplementasikan pada kernel Linux. Sebuah kebijakan atau Policy dapat dibuat dengan iptables sebagai polisi lalulintas jaringan. Sebuah policy pada iptables dibuat berdasarkan sekumpulan peraturan yang diberikan  pada kernel untuk mengatur setiap paket yang datang. Pada iptable ada istilah yang disebut dengan Ipchain yang merupakan daftar aturan bawaan dalam Iptables. Ketiga chain tersebut adalah INPUT, OUTPUT dan FORWARD

Pada diagram tersebut, persegi panjang yaitu filter INPUT, filter OUTPUT, dan filter FORWARD menggambarkan ketiga rantai atau chain. Pada saat sebuah paket sampai pada salah satu persegi panjang diantara IPchains, maka disitulah terjadi proses penyaringan. Rantai akan memutuskan status  paket tersebut. Apabila keputusannnya adalah DROP, maka paket tersebut akan di-drop. Tetapi jika rantai memutuskan untuk ACCEPT, maka paket akan dilewatkan melalui diagram tersebut.

Setiap aturan menyatakan “jika paket memiliki informasi awal (header) seperti ini, maka inilah yang harus dilakukan terhadap paket”. Jika aturan tersebut tidak sesuai dengan paket, maka aturan berikutnya akan memproses paket tersebut. Apabila sampai aturan terakhir yang ada, paket tersebut belum memenuhi salah satu aturan, maka kernel akan melihat kebijakan bawaan (default) untuk memutuskan apa yang harus dilakukan kepada paket tersebut. Ada dua kebijakan bawaan yaitu default DROP dan default ACCEPT.

Pada artikel berikutnya kita akan membahas tentang jalannya paket pada IPtables.

Your email:

 

  • Share/Bookmark

Repositori Ubuntu 9.10 Karmic Koala

16 Dec 2009 In: Linux

Alhamdulillah, sudah bisa pake Karmic Koala aka UBUNTU 9.10,

Berikut saya list daftar repositorinya :

mirror.cbn.net.id (OpenIXP)

  1. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu karmic main restricted universe multiverse
  2. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse
  3. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse
  4. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse
  5. deb http://ubuntu.cbn.net.id/Ubuntu karmic-proposed main restricted universe multiverse

kambing.ui.edu (UI, Telkom, Indosat, OpenIXP, INHERENT

  1. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu karmic main restricted universe multiverse
  2. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse
  3. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse
  4. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse
  5. deb http://kambing.ui.edu/ubuntu karmic-proposed main restricted universe multiverse

www.foss-id.web.id (Telkom)

  1. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu karmic main restricted universe multiverse
  2. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse
  3. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse
  4. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse
  5. deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu karmic-proposed main restricted universe multiverse

ftp.itb.ac.id (ITB, INHERENT)

  1. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu karmic main restricted universe multiverse
  2. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse
  3. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse
  4. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse
  5. deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu karmic-proposed main restricted universe multiverse

indika.net.id (OpenIXP)

  1. deb http://ubuntu.indika.net.id/ karmic main restricted universe multiverse
  2. deb http://ubuntu.indika.net.id/ karmic-updates main restricted universe multiverse
  3. deb http://ubuntu.indika.net.id/ karmic-security main restricted universe multiverse
  4. deb http://ubuntu.indika.net.id/ karmic-backports main restricted universe multiverse
  5. deb http://ubuntu.indika.net.id/ karmic-proposed main restricted universe multiverse

komo.vlsm.org

  1. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic main restricted universe multiverse
  2. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse
  3. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse
  4. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse
  5. deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic-proposed main restricted universe multiverse

Ada 2 cara untk mendaftarkan repositori tersebut, yaitu melalui “Synaptic Package Manager” dan melalui terminal:

Synaptic Package Manager:

1. Buka menu: System | Administration | Synaptic Package Manager
2. Pilih menu: Settings | Repositories
3. Pilih tab “Third-Party Software”
4. Pilih “Add”
5. Masukkan baris pertama pada salah satu server repositori pada daftar di atas. Misalnya:

deb http://kambing.ui.edu/ubuntu karmic main restricted universe multiverse

  1. Klik “Add” , lalu isikan baris berikutnya. Lakukan langkah ini hingga semua baris pada server tersebut selesai anda masukkan.
  2. Setelah selesai, checklist setiap daftar pada daftar “Third-Party Software”
  3. Klik “Close”
  4. Klik “Reload” pada ikon di sebelah kiri atas

Melalui terminal:

1. Masukkan perintah berikut:

sudo gedit /etc/apt/sources.list

2. Hapus seluruh baris pada file ini dan ganti dengan baris-baris pada salah satu server dari daftar di atas. Contoh:

deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic main restricted universe multiverse
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic-updates main restricted universe multiverse
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic-security main restricted universe multiverse
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic-backports main restricted universe multiverse
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu karmic-proposed main restricted universe multiverse

3. Melalui terminal, masukkan perintah berikut:

sudo apt-get update

Thanks… ^.^

  • Share/Bookmark

|mengenang| Kenalan Dengan Linux

8 Sep 2009 In: Linux

Waduuh.. , mengenang saat berkenalan dengan linux, hmmm… emang mengasikkan sekaligus bikin pusing kepala. Pertama kenal dengan linux saat OS komputer di labkom diganti semua dengan OS linux yang pada saat itu menggunakan distro ubuntu 6.10 (pada saat itu gw ga tau apa itu distro linux dan ga tau juga klo ubuntu itu adalah Operating System/Distro juga). Kesan pertama menggunakan ubuntu? jiaahhh… ga nyaman banget, karena sudah terbiasa menggunakan Windows OS mengakibatkan ketidakbiasaan menggunakan ubuntu [w.a.j.a.r], pada saat itu saya belum tertarik dengan linux.

Seiring dengan berjalannya waktu yang pada akhirnya sampailah pada kondisi 1 unit laptop sudah ditangan [baru beli nih ceritanya, acer 4520], otomatis setelah memiliki laptop dan kebetulan kegiatan perkuliahan sedang lengang maka sebagian besar waktu digunakan untuk oprek laptop, salah satu kegiatan oprek laptop adalah mencoba OS-OS yang sudah ada. Nah, pada saat itulah ketertarikan terhadap linux mulai muncul, penasaran mau menginstal linux, akhirnya dapet CD installer opensuse 10 dan segera dipraktikkan.

Opensuse pada saat itu menggunakan tampilan KDE (K Desktop Environment) yaitu tampilan mirip dengan Windows, mulai tertarik  tetapi belum sampai suka, apalagi jatuh cinta. Kesan pertama menggunakan Opensuse adalah OS ini ringan, cepat, tampilan oke, warna lebih cerah dibandingkan windows . Nah mulai saat itu bisa dibilang gw dah menjadi pengguna Linux, karena Windows digunakan apabila terdapat ketidaknyamanan atau aplikasi yang kurang memadai di Opensuse yang pada saat itu saya belum tahu banyak tentang linux, jadi metodenya adalah instal lalu pakai.

Selang beberapa minggu, mulai mencoba distro linux yang lain, dari mandriva, fedora, slackware [yang ini mangstab gan], blankOn, linuxmint, dll sampai ketemu dengan ubuntu lagi, maka setelah dicoba-coba, ubuntu bisa diandalkan untuk newbie kayak gw buat belajar linux. dan sampai saat ini ubuntu sudah nemenin gw buat terus menggali lebih dalam tentang opensource, dan sampai saat ini status gw masih BELAJAR [maklum otak gw lemot].

Thanks

Your email:

 

  • Share/Bookmark

About this blog

kamar.noersilo.web.id, berisi artikel-artikel yang berasal dari pengalaman pribadi saya, selain itu blog ini berisi dengan beberapa artikel yang saya dapatkan dan dirasa pantas untuk saya share disini karena mungkin dapat menambah ilmu bagi saya maupun pengunjung blog.AMIN.Sebagai gambaran, blog ini tidak jauh dari artikel Komputer, Linux, Blogging, Cryptography, Islam, Bisnis dan pengalaman pribadi. Semoga blog ini dapat menambah wawasan kita. Terima Kasih



ShoutMix chat widget
Powered by  MyPagerank.Net


Unique Visitors
Subscribe
0 feed subscribers

Sponsors

Quotes

Ethical axioms are found and tested not very differently from the axioms of science. Truth is what stands the test of experience. — Albert Enstein

Categories

Archives