<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Noersilo &#124; Tangguh &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://kamar.noersilo.web.id/tag/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamar.noersilo.web.id</link>
	<description>What.I.Get.is.What.I.Write</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 08:22:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>[IBU] Renungan IV</title>
		<link>http://kamar.noersilo.web.id/2009/07/iburenungan-4/</link>
		<comments>http://kamar.noersilo.web.id/2009/07/iburenungan-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 23:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noersilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>
		<category><![CDATA[mother]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noersilo.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Nak, bangun&#8230; udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja&#8230; &#8220;
Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat.
Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.
&#8221; Ibu sayang&#8230; ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa &#8221; pintaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&#8221; Nak, bangun&#8230; udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja&#8230; &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Ibu sayang&#8230; ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa &#8221; pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran.</p>
<p style="text-align:justify;">Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap<br />
kanak-kanak &#8230;..</p>
<p><span id="more-168"></span></p>
<p style="text-align:justify;">tapi entahlah&#8230;. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu berkata, &#8221; Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.</p>
<p style="text-align:justify;">Diam-diam aku bermuhasabah. .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ?</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, &#8221; Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan .</p>
<p>Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu.</p>
<p>Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu .</p>
<p>Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seoranghamba,</p>
<p>itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi-lagi aku hanya bisa berucap,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk &#8220;cuti&#8221; dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak!</p>
<p style="text-align:justify;">Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud.</p>
<p style="text-align:justify;">Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ah, maafin kami Ibu &#8230; 18 jam sehari sebagai &#8220;pekerja&#8221; seakan tak pernah membuat Ibu lelah..</p>
<p style="text-align:justify;">Sanggupkah aku ya Allah ?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Nak&#8230; bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja..</p>
<p style="text-align:justify;">&#8221; Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan, &#8221; Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu&#8230;&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..</p>
<p style="text-align:justify;">Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat &#8220;aku sayang padamu&#8230; &#8220;, namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.</p>
<p style="text-align:justify;">Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan</p>
<p>bahagia.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallaahua&#8217;lam</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya Allah, cintai Ibu dan ayahku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mereka&#8230;, dan jika saatnya nanti mereka Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku selagi aku kecil &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Titip Ibu dan ayahku ya Allah&#8221;</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://emo.huhiho.com/set/babysoldier/76.gif" alt="" width="80" height="80" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">dikutip dari forum kebanggan anak muda indonesia.<a href="http://www.kaskus.us"> kaskus.us</a></p>
<h3>Silahkan baca juga :</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/06/renungan-iii/" title="IBU [Renungan III]">IBU [Renungan III]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/04/renungan-ii/" title="IBU [Renungan II]">IBU [Renungan II]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/renungan-1/" title="IBU [Renungan 1]">IBU [Renungan 1]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/02/rahasia-kecerdasan-yahudi/" title="(benerkah)Rahasia Kecerdasan Yahudi ??">(benerkah)Rahasia Kecerdasan Yahudi ??</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/mempersiapkan-akhir-tahun/" title="Mempersiapkan Akhir Tahun">Mempersiapkan Akhir Tahun</a></li>
</ul>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small> <img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/feed-statistics.php?view=1&post_id=168" width="1" height="1" style="display: none;" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fkamar.noersilo.web.id%2F2009%2F07%2Fiburenungan-4%2F&amp;linkname=%5BIBU%5D%20Renungan%20IV"><img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamar.noersilo.web.id/2009/07/iburenungan-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IBU [Renungan III]</title>
		<link>http://kamar.noersilo.web.id/2009/06/renungan-iii/</link>
		<comments>http://kamar.noersilo.web.id/2009/06/renungan-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noersilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>
		<category><![CDATA[mother]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noersilo.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
berikit kebohongannya :


Cerita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://i298.photobucket.com/albums/mm266/susilo_pras/mother_and_daughter_by_xcgirl08.jpg" alt="" width="231" height="240" /></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">berikit kebohongannya :</p>
<p><span id="more-163"></span></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: &#8220;Makanlah nak, aku tidak lapar&#8221;<strong> .KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA<br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : &#8220;Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan&#8221;. <strong>KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :&#8221;Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.&#8221; Ibu tersenyum dan berkata :&#8221;Cepatlah tidur nak, aku tidak capek&#8221;.  <strong>KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :&#8221;Minumlah nak, aku tidak haus!&#8221;. <strong>KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : &#8220;Saya tidak butuh cinta&#8221; . <strong>KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA</strong></p>
<p>Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : &#8220;Saya punya duit&#8221;. <strong>KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM</strong></p>
<p>Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku &#8220;Aku tidak terbiasa&#8221;. <strong>KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : &#8220;jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan&#8221;. <strong>KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : &#8221; Terima kasih ibu !&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..</p>
<p style="text-align:justify;">Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata &#8220;MENYESAL&#8221; di kemudian hari.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://emo.huhiho.com/set/babysoldier/81.gif" alt="" width="80" height="80" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">dikutip dari <a href="http://www.kaskus.us">kaskus.us</a></p>
<h3>Silahkan baca juga :</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/07/iburenungan-4/" title="[IBU] Renungan IV">[IBU] Renungan IV</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/04/renungan-ii/" title="IBU [Renungan II]">IBU [Renungan II]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/renungan-1/" title="IBU [Renungan 1]">IBU [Renungan 1]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/02/rahasia-kecerdasan-yahudi/" title="(benerkah)Rahasia Kecerdasan Yahudi ??">(benerkah)Rahasia Kecerdasan Yahudi ??</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/mempersiapkan-akhir-tahun/" title="Mempersiapkan Akhir Tahun">Mempersiapkan Akhir Tahun</a></li>
</ul>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small> <img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/feed-statistics.php?view=1&post_id=163" width="1" height="1" style="display: none;" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fkamar.noersilo.web.id%2F2009%2F06%2Frenungan-iii%2F&amp;linkname=IBU%20%5BRenungan%20III%5D"><img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamar.noersilo.web.id/2009/06/renungan-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IBU [Renungan II]</title>
		<link>http://kamar.noersilo.web.id/2009/04/renungan-ii/</link>
		<comments>http://kamar.noersilo.web.id/2009/04/renungan-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 23:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noersilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>
		<category><![CDATA[mother]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noersilo.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[
Pada suatu malam, saat aku masih berusia 12 tahun menghampiri ibu yang berada di dapur, ia sedang menyiapkan makan malam. Kemudian aku menyerahkan secarik kertas yang baru saja selesai aku tulis. Setelah ibu mengeringkan tangannya,ia membaca tulisanku,yaitu:


 Untuk Memotong rumput minggu Ini Rp 7500
Untuk Membersihkan kamar minggu ini Rp 5000
Untuk Pergi ke warung kalau disuruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://i298.photobucket.com/albums/mm266/susilo_pras/MamaSaid.jpg" alt="" width="165" height="222" /></p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu malam, saat aku masih berusia 12 tahun menghampiri ibu yang berada di dapur, ia sedang menyiapkan makan malam. Kemudian aku menyerahkan secarik kertas yang baru saja selesai aku tulis. Setelah ibu mengeringkan tangannya,ia membaca tulisanku,yaitu:</p>
<p><span id="more-161"></span></p>
<ul>
<li> Untuk Memotong rumput minggu Ini Rp 7500</li>
<li>Untuk Membersihkan kamar minggu ini Rp 5000</li>
<li>Untuk Pergi ke warung kalau disuruh ibu Rp 10000</li>
<li>Untuk Menjaga rumah ketika ibu pergi Rp 5000</li>
<li>Untuk Membuang sampah setiap harinya Rp 15000</li>
<li>Untuk Nilai yang bagus di sekolah Rp 25000</li>
<li>Untuk Menyapu dan mengepel rumah Rp 12500</li>
<li>Untuk Menggantikan ibu mengerjakan pekerjaan rumah ketika ibu sakit Rp 10000</li>
<li>Jumlah Utang Ibu Rp 90000</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Kemudian Ibu memandangku anaknya yang berdiri dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikirannya. Kemudian Ibu mengambil balpoint, membalik kertasnya lalu menuliskan:</p>
<ul>
<li>Untuk 9 bulan ketika Ibu mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut Ibu, GRATIS</li>
<li>Untuk Semua malam ketika Ibu menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS</li>
<li>Untuk Semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS</li>
<li>Untuk Semua malam yang dipenuhi rasa takut dan rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS</li>
<li>Untuk mainan, makanan, baju dan untuk menyeka hidungmu serta memandikanmu sewaktu masih kecil, GRATIS</li>
<li>Anakku dan kalau kamu menjumlahkan semuanya karya cinta sejati Ibu adalah GRATIS</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Setelah selesai membaca apa yang ditulis oleh Ibu, aku menatap wajah ibu dan berkata, “IBU AKU SAYANG SEKALI PADA IBU”<br />
Dan kemudian aku ambil balpoint dan menulis dengan huruf besar-besar “LUNAS”</p>
<p style="text-align:right;">di kutip dari forum <a href="http://www.kaskus.us">kaskus.us</a></p>
<h3>Silahkan baca juga :</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/07/iburenungan-4/" title="[IBU] Renungan IV">[IBU] Renungan IV</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/06/renungan-iii/" title="IBU [Renungan III]">IBU [Renungan III]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/renungan-1/" title="IBU [Renungan 1]">IBU [Renungan 1]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/02/rahasia-kecerdasan-yahudi/" title="(benerkah)Rahasia Kecerdasan Yahudi ??">(benerkah)Rahasia Kecerdasan Yahudi ??</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/mempersiapkan-akhir-tahun/" title="Mempersiapkan Akhir Tahun">Mempersiapkan Akhir Tahun</a></li>
</ul>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small> <img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/feed-statistics.php?view=1&post_id=161" width="1" height="1" style="display: none;" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fkamar.noersilo.web.id%2F2009%2F04%2Frenungan-ii%2F&amp;linkname=IBU%20%5BRenungan%20II%5D"><img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamar.noersilo.web.id/2009/04/renungan-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(benerkah)Rahasia Kecerdasan Yahudi ??</title>
		<link>http://kamar.noersilo.web.id/2009/02/rahasia-kecerdasan-yahudi/</link>
		<comments>http://kamar.noersilo.web.id/2009/02/rahasia-kecerdasan-yahudi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 07:09:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noersilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamar.noersilo.web.id/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya kutip dari forum KASKUS.US, di ahir artikel terdapat tanggapan yang saya dapatkan dari email saya.
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #00ff00;"><em>Artikel ini saya kutip dari forum KASKUS.US, di ahir artikel terdapat tanggapan yang saya dapatkan dari email saya.</em></span></p>
<p style="text-align: justify;">Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, &#8220;Mengapa Yahudi Pintar?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?</p>
<p style="text-align: justify;">Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-507"></span>Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.</p>
<p style="text-align: justify;">Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menjawab, &#8220;Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.&#8221; Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.<br />
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”<br />
ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.</p>
<p style="text-align: justify;">Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.<br />
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.</p>
<p style="text-align: justify;">Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.</p>
<p>Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.<br />
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.<br />
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.<br />
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!</p>
<p>Anda terperanjat?<br />
Itulah kenyataannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?</p>
<p style="text-align: justify;">Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. &#8220;Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?&#8221; demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.<br />
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.</p>
<p style="text-align: justify;">Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.</p>
<p style="text-align: justify;">Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.<br />
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!</p>
<p style="text-align: justify;">“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?<br />
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;">sumber <a href="http://www.sabili.co.id" target="_blank">sabili.co.id</a> ; dikutip dari <a href="http://www.kaskus.us" target="_blank">Kaskus.us</a></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tanggapan yang saya dapatkan via email :</p>
<p style="text-align: justify;"><fieldset class="spoiler">
			<legend>
				<input type="button" onclick="tiny_spoiler('Spoilernhnhghrybx')" id="Spoilernhnhghrybx_button" value="+" />
				Spoiler
			</legend>
			<div id="Spoilernhnhghrybx"></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial; color: #33cccc; font-size: x-small;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #33cccc;">Di Kehidupan Manusia ada namanya pandangan dunia materi dan cara pandang Ilahi.</span></span><span style="color: #33cccc;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial; color: #33cccc; font-size: x-small;"><span style="font-size: 12pt; color: #33cccc;"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #33cccc;">Karena manusia sanggup melewati kehendak Tuhan dengan kesombongan maka dia bisa saja menjadi besar, tapi lihat bangsa2 yang jenius dan besar dengan tidak berlandaskan kepada pandangan Ilahi, jadinya BINASA, TENGGELAM, HANCUR, AZAB. Oleh karena itu kita perlu melihat cara pandang Ilahi untuk menentukan generasi selanjutnya.</span></span><span style="color: #33cccc;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial; color: #33cccc; font-size: x-small;"><span style="font-size: 12pt; color: #33cccc;"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #33cccc;">Kalo Yahudi sudah berfikir bagaimana mencetak generasinya dengan cara Belajar Matematik.. Allah memberikan jalan menyuruh Orang Tua selama mengandung membaca Al Quran (Sesungguhnya Al Quran banyak pelajaran didalamnya) sesering mungkin dan ketika lahir di Adzankan.</span></span><span style="color: #33cccc;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial; color: #33cccc; font-size: x-small;"><span style="font-size: 12pt; color: #33cccc;"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #33cccc;">Kalo Yahudi sudah memperhatikan gizi makanan dari kandungan, tapi Allah lebih dalam dan berarti bukan hanya gizi tapi nilai dari makanan itu, Haram atau Halal.</span></span><span style="color: #33cccc;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial; color: #33cccc; font-size: x-small;"><span style="font-size: 12pt; color: #33cccc;"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #33cccc;" lang="FI">Hasil kedua diatas saja sudah membuktikan generasi yang tercetak seperti apa. Lihat buktinya. Tragedi Gaza adalah hasil dari cetakan mereka.. tidak pandang bulu bayi, anak2 dan wanita yang terbantai tapi untuk kepentingan ekonomi mereka agar negara mereka besar dengan jalan kejahatan.. dan kita yang mengikuti cara pandang Ilahi mendapat kenikmatan belajar untuk menjadi pintar dengan tidak menjadi SOMBONG di atas permukaan bumi yang kesombongan kita tidak melebihi Iblis yang tidak mau tunduk kepada Nabi Adam ketika Allah menyuruhnya.</span></span><span style="color: #33cccc;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial; color: #33cccc; font-size: x-small;"><span style="font-size: 12pt; color: #33cccc;" lang="FI"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #33cccc;" lang="SV">Kesombongan manusia = Kehancuran dan kebinasaan. Tempat yang tidak pernah ada di sisi Tuhan.</span></span><span style="color: #33cccc;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Arial; color: #33cccc; font-size: x-small;"><span style="font-size: 12pt; color: #33cccc;" lang="SV"> </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #33cccc;" lang="SV">ReGards</span></span><span style="color: #33cccc;"> </span></p>
<p><span style="font-family: Arial; color: #33cccc; font-size: x-small;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: #33cccc;">Malz</span></span></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<blockquote>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Assalaamu’alaykum warahmatullah, </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Afwan, saya koq malah jadi rada aneh hehehe…apakah benar ini tulisan asli dari seorang Dr Stephen Carr atau ditambah-tambahin oleh si penulis (penterjemah) sehingga terkesan bahwa bangsa Indonesia benar benar menjadi marginal bahkan dari sekian Negara miskin dan termiskin di dunia pun Indonesia masih berada dibawahnya. Jadi teringat berita terhangat tentang kunjungan Hilary Clinton ke Indonesia, meski memang banyak prediksi ini dan itu, namun masih terbersit semacam kebanggaan dari pihak tertentu yang mana kunjungan yang spectacular ini menjadi moment yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, dalam pemerintahan baru Obama ternyata Indonesia menjadi agenda utama dan pertama untuk dikunjungi daripada eropa, tentu bukan perkara commemorate dia yang pernah hidup di Jakarta, toh yang berkunjung bukan dia sendiri. Artinya, mengapa cabinet Obama eng</span></span><span style="font-family: Bell MT; color: navy; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: navy;">g</span></span><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">ak berkunjung ke  Malaysia , Thailand  atau Negara asia tenggara yang “lebih maju”? Ya, ini sich kalo membahas masalah nama Negara, en</span></span><span style="font-family: Bell MT; color: navy; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: navy;">g</span></span><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">gak nyambung dengan judul bahasan ini juga ya disambungin aja hehehe…</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Yang kedua, masalah program pencerdasan anak bangsa, memang kalo  Israel yang katanya memakai fase yang demikian, dari mulai kandungan diajarin matematika, kemudian music dan ituh inih…. Mari kita perbandingan dengan fase yang di usung muslimin dalam masa kandungan. Yang jelas, muslimin (yang benar) tidak akan pernah mendidik anak dalam kandungan (kalo memang ini menjadi budaya) untuk diajarkan music, yang ada adalah lantunan ayat suci alQu’an  Kareem, dan inipun mungkin bisa digaris bawahi karena tidak ada program pemerintah untuk menggalakan budaya (berdasarkan dogma) bagaimana memberlakukan jabang bayi, yang jelas ini adalah benar-benar merupakan kesadaran individu dan bisa saja membudaya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Membiasakan diri memakan ikan bagi ibu hamil, kalau yang ini memang jangankan Israel, bahkan dinegara timur mungkin lebih gila lagi, ikan hidup aja dimakan, dan yang saya tau sich ikan setengah matang nutrisi nya akan lebih baik lagi daripada ikan yang matang, bener engak yah? </span></span><span style="font-family: Wingdings; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Wingdings; color: #3366ff;">J</span></span><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">, mau engak ibu ibu  Israel makan ikan hidup? Dari septic tank pula…hiiiii….</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Masalah merokok, di Israel merupakan hal yang tabu, wah perlu di klarifikasi lagi, bahwa Israel bukan satu satunya Negara di timur tengah yang menganggap rokok adalah tabu, bahkan di negara2 timur tengah lainnya bisa jadi lebih strict lagi, semisal di Saudi, engak ada namanya habis makan kemudian merokok di tempat makan, atau sambil makan sambil merokok hehehe…. Yang jelas pasti di usir…. Apalagi jika kita sedang berada di haram Makkah/Madinah, jangan berani merokok di tempat umum kalo engak mau di damprat para ustadz dan bahkan sama anak kecilpun suka kena getahnya jika si perokok tiba2 di omelin anak kecil didepan umum. Nah, untuk urusan ini, tentu lain jika dengan  Indonesia , kalo di kita emang sudah kebiasaan, abis makan langsung udud, bahkan ditempat makan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Masalah bahasa, baik memang ini merupakan sesuatu yang terprogram, dan saya rasa Indonesia baru memulainya terakhir2 ini, anak TK di Indonesia sudah mulai dikenalkan bahasa Inggris, tidak seperti jaman saya yang baru mengenalnya ketika SMP, dan lebih intens lagi ketika SMA, tapi juga ada program lain yang terkondisikan, semisal anak2 di Bali, mereka bisa cas cis cus Inggris dikarenakan terkondisi oleh alam yang mana mereka harus menguasai bahasa itu, dan lain lagi dengan anak2 di jawa yang kondisinya tidak seperti itu. Namun yang jelas, seberapa penting pun bahasa international itu, tidak menghalangi mereka untuk maju jika mereka tidak menguasai bahasa itu, tengok misalnya Jepang dan Korea, namanya mendunia namun mereka kukuh dengan bahasa nasionalnya masing masing, meski tentu saja banyak diantaranya yang sudah gaek berbahasa inggris karena banyak factor. </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Mengenai cara makan, saya percaya, saling mendukung antara factor fisik dan psychologist merupakan simbiosis yang mutual, dan hasilnya pasti akan ketara, namun ada satu hal yang mesti dipikirkan juga, sebetulnya apakah benar bahwa HANYA Israel yang menerapkan program demikian, sehingga mereka menjadi pintar? Lalu bagaimana dengan warga Palestine yang notabene adalah daratan yang dicaplok Yahudi yang sebenarnya boleh dikatakan itu-itu juga, maksud saya, program menu makan seperti ini tentu dimiliki warga Palestine juga, namun sayang hak nya di jegal. Bisa disimpulkan, bagaimana kita menyebut salah satu bangsa itu cerdas jika rival kecerdasan mereka itu ditindas, sama saja ketika saya harus menjadi seorang bupati tetapi saingan bupati lainnya jangan ada, ini namanya tidak fair……  bisa dilihat kelicikan (yang katanya orang cerdas) mereka, mereka takut kecerdasannya disaingi anak-anak Palestine…..</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Jadi kesimpulan saya, perpaduan antara dunia dan akhirat (bagi muslimin/muslimaat) itu mutlak, jika yahudi memang dijadikan qudwah (panutan) dari segi kecerdasan, maka jangan sekali kali menjadikan qudwah dalam segi akhlaq.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Kecerdasan Yahudi yang dipertanyakan seorang Stephen Carr itu merupakan kebetulan atau hasil usaha sendiri, maka mari kita merujuk kepada surah arRaad 11, ….inNalLaaha laa yughayyiru maa bii qaumin hatta yughayyiruu maa bii an-g-fusihim….., Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu mempunyai keinginan untuk merubah keadaan mereka sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Jika kita sebagai WNKRI, maka jika ingin berubah, rubahlah dengan keinginan dan realisasi, lakukan program individu, keluarga, sampai ke tingkat pemerintah, dan jika sudah berubah kepada arah yang dikehendaki, padukan dengan akhlaq yang mulia, maka jadilah baldatun thayyibaatun wa rabbun ghafuur. Negara yang baik dan mendapatkan ampunan Rabb, subhanallah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: Bell MT; color: #3366ff; font-size: x-small;"><span style="font-size: 11pt; font-family: &quot;Bell MT&quot;; color: #3366ff;">Wassalaamu’alaykum warahmatulLaah, </span></span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
			</div>
		</fieldset></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><span style="color: #0000ff;">TERIMA KASIH KEPADA TEMAN2 YANG MEMBERI TAMBAHAN BERUPA TANGGAPAN. KEREN SEKALI, SAYA JADI BANYAK BELAJAR.</span></strong></em></p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong><span style="color: #0000ff;">ALLAHU AKBAR . . .</span></strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><form method="post" action=""><p>Your email:<br /><input type="text" name="email" value="Enter email address..." size="20" onfocus="if (this.value == 'Enter email address...') {this.value = '';}" onblur="if (this.value == '') {this.value = 'Enter email address...';}" /></p><p><input type="submit" name="subscribe" value="Subscribe" />&nbsp;<input type="submit" name="unsubscribe" value="Unsubscribe" /></p></form>

<p style="text-align: justify;">
<h3>Silahkan baca juga :</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/07/iburenungan-4/" title="[IBU] Renungan IV">[IBU] Renungan IV</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/06/renungan-iii/" title="IBU [Renungan III]">IBU [Renungan III]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/04/renungan-ii/" title="IBU [Renungan II]">IBU [Renungan II]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/mempersiapkan-akhir-tahun/" title="Mempersiapkan Akhir Tahun">Mempersiapkan Akhir Tahun</a></li>
</ul>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small> <img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/feed-statistics.php?view=1&post_id=507" width="1" height="1" style="display: none;" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fkamar.noersilo.web.id%2F2009%2F02%2Frahasia-kecerdasan-yahudi%2F&amp;linkname=%28benerkah%29Rahasia%20Kecerdasan%20Yahudi%20%3F%3F"><img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamar.noersilo.web.id/2009/02/rahasia-kecerdasan-yahudi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Akhir Tahun</title>
		<link>http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/mempersiapkan-akhir-tahun/</link>
		<comments>http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/mempersiapkan-akhir-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 19:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>noersilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noersilo.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa tahun 2008 sudah memasuki bulan terakhir atau bulan Desember. Mari kita renungkan, Apa saja yang sudah kita lakukan selama 11 bulan terakhir? apakah waktu berjalan dengan sangat cepat ? atau sangat lambat ?
Ron Fry, dalam bukunya &#8220;How to Study&#8221; mengutip pernyataan Jean De La Bruyere, yang mengatakan :

&#8220;ORANG YANG MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN BURUK [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak terasa tahun 2008 sudah memasuki bulan terakhir atau bulan Desember. Mari kita renungkan, Apa saja yang sudah kita lakukan selama 11 bulan terakhir? apakah waktu berjalan dengan sangat cepat ? atau sangat lambat ?</p>
<p>Ron Fry, dalam bukunya &#8220;How to Study&#8221; mengutip pernyataan Jean De La Bruyere, yang mengatakan :</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>&#8220;ORANG YANG MEMANFAATKAN WAKTU DENGAN BURUK ADALAH ORANG YANG PERTAMA KALI MENGELUH TENTANG BETAPA SINGKATNYA WAKTU MEREKA&#8221;</strong></em></p>
</blockquote>
<p>Sejujurnya, gw tersinggung dengan apa yang dikatakan Jean De La Bruyere. hiks. . . .<br />
<h3>Silahkan baca juga :</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/07/iburenungan-4/" title="[IBU] Renungan IV">[IBU] Renungan IV</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/06/renungan-iii/" title="IBU [Renungan III]">IBU [Renungan III]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/04/renungan-ii/" title="IBU [Renungan II]">IBU [Renungan II]</a></li>
<li><a href="http://kamar.noersilo.web.id/2009/02/rahasia-kecerdasan-yahudi/" title="(benerkah)Rahasia Kecerdasan Yahudi ??">(benerkah)Rahasia Kecerdasan Yahudi ??</a></li>
</ul>
<hr /><small>Copyright &copy; 2008<br /> This feed is for personal, non-commercial use only. <br /> The use of this feed on other websites breaches copyright. If this content is not in your news reader, it makes the page you are viewing an infringement of the copyright. (Digital Fingerprint:<br /> )</small> <img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/feed-statistics.php?view=1&post_id=140" width="1" height="1" style="display: none;" /><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fkamar.noersilo.web.id%2F2008%2F12%2Fmempersiapkan-akhir-tahun%2F&amp;linkname=Mempersiapkan%20Akhir%20Tahun"><img src="http://kamar.noersilo.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamar.noersilo.web.id/2008/12/mempersiapkan-akhir-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
